Refleksi Dwi Mingguan Modul 1.4

 

Bismillahirrahmanirrahim

Penggagas Refleksi Model Six Thinking Hats

Alhamdulillah. Saya sudah berada di akhir modul satu yaitu 1.4. Di Refleksi Mingguan kali ini saya kembali membaca panduan membuat Refleksi dan saya memilih untuk menuangkannya melalui Model Six Thinking Hats.

Edward de Bono, seorang psikolog, dokter, dan filsuf Malta, adalah penemu dari pendekatan luar biasa ini. Pendekatan six thinking hats disebutkan dalam buku yang dikarangnya pada tahun 1985 dengan judul yang sama.

Semulanya De Bono menggunakan pendekatan enam topi berpikir untuk membantu pekerjaannya dalam memberikan saran kepada lembaga pemerintah. Pada akhirnya ia menyebarluaskan pendekatan ini untuk kegunaan problem-solving sehari-hari.

 

 

1. Topi Putih:

 

Di topi ini saya telah mendapatkan pengalaman-pengalaman yang sudah terlaksana maupun mulai dan akan dilaksanakan tentang Budaya Postif, diantaranya dipaparkan melalui alur MERDEKA berikut ;

a. Mulai dri diri saya  mendapatkan referensi tentang teori motivasi, kebutuhan dasar manusia, posisi kontrol , segitiga restitusi dan keyakinan kelas. Pengalaman berbagi dengan guru di sekolah tentang Diskusi Visi Prakasa Perubahan Sekolah. Dimana dalam mempraktekkan ini Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan dengan lancar.

b.  Eksplorasi Konsep saya mengunduh dan saling memberi komentar di LMS

c. Ruang Kolaborasi saya bersama kelompok lain berdiskusi dan bekerja keras dalam menyelesaikan kasus yang analitic ini.

d. Demonstrasi Kontekstual , saya ditugaskan praktik restitusi di kelas saya. Peserta didik kelas 1. Juga telah terlaksana dengan baik. 

e. Elaborasi Konsep dimana saya dan seluruh CGP Riau Angkatan 9 melaksanakan diskusi dan elaborasi bersama Instruktur Ibu Titi.

Saya juga melaksanakan Loka karya 2 bersama teman satu kelompok di dampingi pengajar praktik. Dimana saya mendapatkan tas dan notes. Begitu juga fasilitas di sekolah yang menjadi lokasi kegiatan.

f. Koneksi Antar Materi :Mengkaitkan semua materi yang telah dipelajari dan merefleksi diri 

g, Aksi Nyata : Dimana saya dituntut mengimplementasikan materi dalam pembelajaran dan berbagi pemahaman kepada rekan sejawat di lingkungan sekolah saya


2. Topi merah,

 

Disini saya ingin menggambarkan perasaan saya. Saya berada di titik dimana saya merasakan roda tertarik dan optimis namun sekaligus pasrah. Bahwa menjalankan kegiatan yang padat ini, mengorbankan kenyamanan diri, meninggalkan peserta didik dan keluarga, kepasrahan juga ketika saya yang saat ini berbadan dua yang tadinya harus lebih mengurangi kegiatan yang menguras tenaga tetapi harus rela ddn kuat menjalaninya, semoga Allah selalu memberikan kekuatan. Saya pasrah ketika apapun tanggapan dan komentar rekan-rekan terhadap kegiatan yang saya lakukan telah melibatkan kenyamanan mereka sedikit terusik. Saya pasrah ketika tak begitu banyak support yang didapat ketika berbuat kebaikan.

 

Optimis dan bahwa saya tertarik untuk  memiliki pengalaman dan pengetahuan baru dari materi yang saya dapatkan di LMS, saat berbagi berdiskusi dan saat praktik restitusi serta saat loka karya. Saya semakin optimis ini akan menjadi ilmu yang sangat bermanfaat untuk saya di dunia saya.Saya juga begitu senang saat berdiskusi kelompok di saat loka karya. Karena dalam bekerja kami bawa bercanda sehingga bisa dijalankan dengan ringan dan tanpa terasa

 

3. Topi kuning

 

Saya menerima hal positif ketika membaca materi baru di modul 1.4 Budaya Postif ini. Seperti yang saya paparkan pada poin 1.

 

4. Topi hitam

 

Yang menggambarkan kendala dan resiko saya sebagai guru penggerak ketika berulangkali akan melakukan aksi nyata yang melibatkan orang lain. Karena tidak semua mau berpartisipasi apalagi berkontribusi.

 

5. Topi hijau

 

Berisi ide-ide saya yang muncul, yaitu mengambil kesempatan saat ada kegiatan sekolah yang memang melibatkan orang² yang berkepentingan. Sehingga tanpa terasa kita bisa menggunakan sambil beraksi nyata. Atau berdiskusi terlebih dahulu dengan kepala sekolah dan rekan sesama CGP.

 

6. Topi biru

 

Yang dapat saya simpulkan dari peristiwa demi peristiwa yang saya alami. Saya sedang melewati tantangan-tantangan yang diharapkan bisa memunculkan solusi yang mendewasakan saya dan saya tangani dengan posisi kontrol terbaik. Ini adalah pembelajaran yang diharapkan saya benar-benar bisa menjadi leader atau pemimpin yang baik dan kolaborator yang solid dalam semua lini.

 

 

 Terimakasih untuk refleksi yang indah dan runtut ini. Semoga bermanfaat.


Salam dan Bahagia

Penulis : Sri Mardiyah, S. Pd




 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TBM Al 'Ashr meriahkan Agustusan dengan berbagai Lomba

TBM Al ASHR siap Mengikuti Pembekalan